Tuesday, September 19, 2017

Topo bisu  Mubeng Beteng Malam 1 Suro di Jogjakarta
PrimbonBahasaJawa.com. Setiap tahun ada perayaan Malam Satu Suro, Kebiasaan Malam Sakral Bagi Orang-orang Jawa di Yogyakarta dan Solo 

Orang-orang Jawa terutama di Yogyakarta serta Solo (Surakarta) masih tetap memegang teguh ajaran yang diwarisi oleh beberapa leluhurnya. Satu diantara ajaran yang masih tetap dikerjakan yaitu menggerakkan kebiasaan malam satu Suro, malam th. baru dalam kalender Jawa yang dipandang sakral untuk masyakarat Jawa. 

Kebiasaan malam satu Suro berawal waktu jaman Sultan Agung sekitaran th. 1613-1645. Waktu itu, orang-orang banyak ikuti system penanggalan th. Saka yang diwarisi dari kebiasaan Hindu. Hal semacam ini begitu bertentangan dengan masa Sultan Agung yang memakai system kalender Hijriah yang di ajarkan dalam Islam. 

Sultan Agung lalu berinisiatif untuk memperluas ajaran Islam di tanah Jawa dengan memakai cara kombinasi pada kebiasaan Jawa serta Islam. 

Jadi efek kombinasi kebiasaan Jawa serta Islam, dipilihlah tanggal 1 Muharam yang lalu diputuskan jadi th. baru Jawa. Sampai sekarang ini, tiap-tiap tahunnya kebiasaan malam satu Suro senantiasa diselenggarakan oleh orang-orang Jawa. 

Malam satu Suro begitu lekat dengan budaya Jawa. Iring-iringan rombongan orang-orang atau yang umum kita sebut kirab jadi satu diantara hal yang dapat kita saksikan dalam ritual kebiasaan ini. 

Beberapa abdi dalam keraton, hasil kekayaan alam berbentuk gunungan tumpeng dan benda pusaka jadi hidangan ciri khas dalam iring-iringan kirab yang umum dikerjakan dalam kebiasaan Malam Satu Suro. 

Di Solo, umumnya dalam perayaan malam satu Suro ada hewan ciri khas yaitu kebo (kerbau) bule. Kebo bule jadi satu diantara daya tarik untuk warga yang melihat perayaan malam satu Suro. Keikutsertaan kebo bule ini konon dipandang keramat oleh orang-orang setempat. 

Berlainan dengan Solo, di Yogyakarta perayaan malam satu Suro umumnya senantiasa identik dengan membawa keris serta benda pusaka jadi sisi dari iring-iringan kirab. 

Kebiasaan malam satu Suro mengutamakan pada ketentraman batin serta keselamatan. Karena itu, saat malam satu Suro umumnya senantiasa diselingi dengan ritual pembacaan doa dari semuanya umat yang ada rayakannya. Hal semacam ini mempunyai tujuan untuk memperoleh barokah serta mencegah datangnya marabahaya. 

Diluar itu, selama bulan Suro orang-orang Jawa yakini untuk selalu berlaku eling (ingat) serta siaga. Eling di sini mempunyai makna manusia mesti tetaplah ingat siapa dianya serta di mana kedudukannya jadi ciptaan Tuhan. Sesaat, siaga bermakna manusia harus juga terbangun serta siaga dari godaan yang menyesatkan. 

Tiap tahun pada malam 1 Muharram atau malam 1 Suro tiba, orang-orang Jawa biasanya lakukan ritual seperti tirakatan, lek-lekan (tidak tidur semalam jemu), serta tuguran (perenungan diri sembari berdoa). Di Yogyakarta, tahun baru Islam umumnya diperingati dengan jamasan pusaka atau ngumbah pusaka satu diantaranya memandikan keris serta nguras enceh (gentong air di makam Raja Imogiri). 

Dalam kebiasaan orang-orang Jawa, ngumbah keris jadi suatu hal aktivitas spiritual yang cukup sakral. Diluar itu ada satu ritual paling populer di Yogyakarta yang dikerjakan tiap-tiap malam 1 Muharram atau malam 1 Suro yakni ritual Tapa Bisu Mubeng Beteng. Tapa Bisu Mubeng Beteng untuk warga Yogyakarta yaitu satu momen perlu yang dikerjakan tiap-tiap malam 1 Muharram atau malam 1 Suro, satu kebiasaan tahunan melingkari benteng (Mubeng Beteng) yang dikerjakan jadi satu diantara ritual yang teratur di gelar oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat serta dibarengi oleh beberapa ratus warga Yogyakarta dengan melingkari benteng-benteng Keraton. 

Saat melakukan ritual itu semua Abdi Dalam kenakan baju kebiasaan Jawa peranakan warna biru tua tanpa ada membawa keris serta tidak beralaskan kaki dengan membawa beberapa bendera atau panji. Sepanjang melakukan ritual mereka memanjatkan doa memohon keselamatan lahir serta batin dan kesejahteraan untuk diri pribadi, keluarga, bangsa, serta negara. Ritual Mubeng Beteng dikerjakan dengan beragam tata langkah seperti pembacaan macapat atau kidung berbahasa Jawa sebelumnya acara berjalan, serta yang paling umum yaitu prosesi sakral melingkari benteng-benteng Keraton beberapa hitungan ganjil dengan jalan tanpa ada memakai alas kaki serta tidak bicara (Tapa Bisu). 

Di balik kesakralan kebiasaan itu, Mubeng Beteng mempunyai beragam arti yang begitu dalam. Mubeng Beteng bisa disimpulkan jadi ungkapan rasa prihatin, introspeksi, dan ungkapan rasa sukur atas keberlangsungan negara serta bangsa. Oleh karenanya, tidak bicara (Tapa Bisu) saat ritual ini berjalan adalah lambang dari keheningan yang disebut bentuk refleksi manusia pada Tuhannya.

Sumber Gambar: sapujagat.com






Continue reading

Monday, March 27, 2017

Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 1 Saka 1939/2017 dalam bahasa Bali, Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 1 Saka 1939/2017 dalam bahasa Bali, Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi terbaru dan terlengkap
Selamat Hari Raya Nyepi 
Hari Raya Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun baru saka atau caka, tahun 2017 masehi ini, Hari Raya Nyepi jatuh pada hari Selasa tanggal 28 Maret 2017 atau 1 Saka 1939 juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Hari Raya Nyepi merupakan hari penyucian untuk alam semesta beserta isinya.

Nyepi arti sepi atau sunyi, disetiap keluarga tidak boleh melakukan aktifitas seperti pada umumnya,seperti keluar rumah (kecuali sakit dan perlu berobat), menyalakan lampu, bekerja, berdagang dan lain sebagainya. Tujuannya Nepi adalah supaya tercipta suasana sepi, sepi dari segala aktivitas dan hiruk pikuknya kehidupan serta sepi dari semua hawa nafsu atau keserakahan sifat manusia untuk menyucikan Bhuwana Agung(alam semesta) dan Bhuwana Alit(manusia).

Umat Hindu di Bali, pada hari Raya Nyepi melakukan Catur Brata Penyepian yang terdiri dari:
  • Amati Geni, tidak boleh menggunakan atau menyalakan api.
  • Amati Karya, tidak boleh bekerja.
  • Amati Lelungan, tidak berpergian.
  • Amati Lelanguan, tidak melakukan suatu hiburan.
Sehingga Hari Raya Nyepi dapat dikatakan mengandung makna hari penyucian diri (manusia) dan alam semesta. Membuang segala kotoran atau segala hal negatif yang telah lampau untuk menyongsong tahun baru (saka/Caka). Sehingga memulai tahun baru dengan sesuatu yang baru, sesuatu yang baik dan positif serta semangat yang baru untuk mengarungi kehidupan berikutnya.

Berikut kami salinkan beberapa ucapan Selamat hari raya Nyepi dari beberapa artikel yang dapat Anda kirimkan ke saudara, kerabat dan rekan bisnis Anda lewat facebook, twitter, BBM, Line, WhatsApp dan lain-lain social media.

1. Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Dalam Bahasa Indonesia:

Dalam keheningan sepi, semoga kita dapat menemukan jati diri kita untuk dapat melangkah lebih baik dalam perjalanan hidup kita ke depan, “Selamat menjalankan Catur Brata Penyepian, Tahun Baru Saka 1939”

Selamat Tahun Baru Saka 1939, Semoga Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan wara nugraha-NYA kepada kita semua.

Selamat Merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939, Tanggal 28 Maret 2017. Semoga Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan wara nugraha-NYA kepada kita semua.

Dalam kesunyian kan kau dapati makna kehidupan, dalam kesepian kan kau rasakan kehadiran-Nya.
Tuhan bersama orang-orang yg selalu ingat akan penciptaannya, merenunginya dan merasakan sepi ditengah keramaian dunia. Selamat Hari Raya Nyepi.

Selamat Tahun Baru Saka 1939, Semoga Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan wara nugraha-NYA kepada kita semua.

Dalam kesunyian kan kau dapati makna kehidupan, dalam kesepian kan kau rasakan kehadiran-Nya.
Tuhan bersama orang-orang yg selalu ingat akan penciptaannya, merenunginya dan merasakan sepi ditengah keramaian dunia. Selamat Hari Raya Nyepi, Selamat Tahun Baru saka 1939

Nyepi…., kembali ke titik nol, jauh dari keramaian, jauh dari perasaan amarah, dengki, dan iri, menyelami diri untuk menemukan jati diri, bertanya pada hati yang paling dalam, dan disanalah ada pencerahan, sinar suci yang Maha Agung, “Selamat melaksanakan Catur Brata Penyepian”


2.Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Dalam Bahasa Bali:

Rahajeng nyanggra Rahina Nyepi wanti warsa anyar 1939.

Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa Sueca Asung Kertha Wara Nugraha.

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi Caka 1939 Dumogi Polih Kerahajengan lan Kerahayuan Sareng Sami.

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi Caka 1939. Dumogi Rahayu Sareng Sinamian tur Ngardi Jagat Shanti lan Jagaditha.

Rahajeng Nyangra Rahina Nyepi, Tahun Baru Caka 1939 Dumogi ngemolihang Rahajeng Sinamian.

RAHAJENG NYANGGRA RAHINA JAGAT ” NYEPI ” CAKA WARSA 1939. Dumogi sareng sami ngemolihan kerahayuan. OM SANTHI,SANTHI, SANTHI OM.

Om swastyastu,
ngaturang rahajeng nyepi tahun caka 1939,
Antuk ngelaksanayang catur brata penyepian dumogi ngemolihang kerahajengan lan kerahayuan,
Om shanti shanti shanti om.

Om Swastyastu,
Rahajeng nyanggra Rahina Nyepi warsa caka 1939 dumogi Ida Sanghyang Widhi Wasa mapaice kerahayuan lan kasukertan ring irage sareng sinamian,
Om Canthi, Canthi, Canthi, Om.

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi Nawa Warsa Saka 1939
Ngiring sareng Sami Mlarapan Antuk Ngelaksanayang Catur Brata Penyepian..
Dumogi Rahayu…

Rahajeng rahina Suci NYEPI Tahun Caka 1939. Dumogi Rahayu sareng sami…

Rahajeng Nyanggre Rahina Nyepi tahun caka 1939 ,Dumogi Ida Sang Hyng Widhi Wasa, ngicen irage sareng sami kerahahayuan lan kerahajengan.

Rahajeng Rahina Nyepi Lan Warsa Anyar Saka 1939 & Rahajeng Ngelaksanayang Brata Penyepian, Dumogi Rahayu Lan Dirgayusa.

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi lan Tahun Baru Çaka 1939 majeng sameton Hindu sareng sami. Dumogi antar ngemargiang Catur Brata Penyepian.

Silahkan like dan share bila bermanfaat.
sumber dari beberapa sumber berita online.


Tag: hari raya nyepi, tahun baru nyepi, ucapan hari raya nyepi, tahun baru saka 1939, hari raya nyepi 2017, ucapan selamat hari raya nyepi, hindu bali, catur brata penyepian, hari libur bersama nyepi, kumpulan ucapan hari raya nyepi terbaru terlengkap
Continue reading